<data:blog.pageName/> | Infogue-news <data:blog.pageTitle/>
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Honda Luncurkan Sepeda Motor Blade Terbaru


Honda Luncurkan Sepeda Motor Blade Terbaru
PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan generasi terbaru, New Honda Blade, dengan desain dan teknologi terbaru untuk membidik pasar kawula muda atau mereka yang berjiwa muda. 

"New Honda Blade untuk konsumen yang menyukai motor bebek (cub) dengan tampilan sporty. Blade terbaru itu dilengkapi teknologi terbaru untuk membuat kinerja mesin lebih bertenaga, namun tetap efisien," kata Presdir AHM Yusuke Hori, di Jakarta, Kamis. 
Ia mengatakan model terbaru Blade itu didesain oleh tim dari Indonesia, Thailand, dan Jepang. 
"Saya sendiri terlibat banyak dalam proses pengembangannya bersama Kenji Kawaguchi, Presdir Honda R&D Asia Tenggara, dan dari R&D Honda di Jepang ada Norihieo Imada dan Hideki Ikeda," katanya. 
Hori mengatakan Indonesia merupakan debut pertama New Honda Blade, karena negeri ini merupakan pasar prioritas sepeda motor Honda. 
Lebih jauh ia menjelaskan New Blade mengusung mesin EFT (efficient & low-friction tecnology) berkapasitas 110cc, dengan teknologi SOHC dan empat tak. Mesin itu, kata dia, juga dibenamkan teknologi terbaru yaitu Honda Variable Ignition Control (HVIC). 
"HVIC membuat proses pengapian mesin pada sepeda motor lebih efisien, tarikannya bertenaga, namun tetap hemat bahan bakar," katanya. Blok mesin model baru itu juga dilengkapi pelindung panas. 
Knalpot New Blade dibuat sporty berlapis krom dengan desain terbaru yang memberi tampilan bergaya motor besar. Fitur lain yang dibenamkan pada sepeda motor terbaru itu antara lain rem cakram depan dan belakang untuk pengereman yang optima. 
"Kami juga tidak merlupakan kenyamanan untuk pemakaian sehari-hari, karena itu kami melengkapinya (New Blade) dengan bagasi dengan kapasitas tujuh liter. Kami percaya model baru ini bisa mengisi segmen sepeda motor bebek menengah di Indonesia," kata Hori. 
Ia menargetkan penjualan New Honda Blade sebanyak 33.000 unit per bulan. Model baru tersebut dipasarkan dengan harga Rp14 juta/unit untuk varian standar dan Rp14,2 juta/unit untuk varian racing edisi khusus (on the road Jakarta). 
Eksekutif Wakil Presdir AHM Johannes Loman, menambahkan semangat balapan MotoGP telah menginspirasi Honda mengembangkan model motor balap dengan harga terjangkau, sehingga lahirlah New Honda Blade. 
"Kami optimis New Honda Blade akan mampu memenuhi keinginan konsumen terhadap alat transportasi sehari-hari yang memiliki jiwa motor balap, berperforma tinggi dengan fitur yang handal," katanya. 
Saat ini AHM merupakan pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia dengan pangsa pasar 51,8 persen. Pada semester pertama penjualan AHM mencapai 2,1 juta unit. 
Pada segmen sepeda motor bebek AHM menguasai 56,1 persen dengan penjualan sebanyak 895.819 unit dan segmen skutik (sepeda motor otomatik) menguasai 52,3 persen dengan penjualan sebanyak 1,1 juta unit pada semester pertama tahun ini.

Sumber : Yahoo.com

Blibli Diluncurkan Sebagai E-Commerce Yang Mudah dan Menyenangkan


Meramaikan industri e-commerce di Indonesia, Blibli.com kemarin diluncurkan secara resmi di Jakarta oleh CEO Kusumo Martanto. Blibli memposisikan diri sebagai online mall dengan konsep berbelanja mudah, fun dan bebas.
Blibli menjalin rekanan dengan IBM dan berinvestasi lumayan besar di teknologi yang digunakan di backend situs ecommerce tersebut. Kusumo menyatakan bahwa teknologi merupakan kunci penting sebagai pengantar pengalaman berbelanja bagi user, berdasarkan pertimbangan inilah akhirnya blibli memutuskan untuk menggunakan platform ecommerce milik IBM untuk menjamin stabilitas, skalabilitas dan pastinya security.
Namun ironisnya, ketika saya menuliskan posting ini server mereka justru bertingkah dan menampilkan pesan error 404.
Sekilas melihat dari acara launching kemarin, terlihat bahwa Blibli lebih mentargetkan pengguna dari kelas ekonomi yang cukup bervariasi. Blibli telah merekrut merchant-merchant yang cukup populer seperti Harley Davidson, iBox dan juga merchant yang lebih kecil (SME).
Sepertinya strateginya hampir tidak jauh berbeda dengan situs-situs ecommerce lainnya yang sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia, Blibli-pun juga sudah terhubung dengan baik ke backend banking seperti BCA dan Bank Mandiri. Tidak lupa juga partner di bidang logistik, salah satunya dengan FedEx Indonesia yang nantinya akan menjadi infrastruktur krusial bagi sebuah situs ecommerce.
Terlepas dari kerennya tampilan website mereka, saya belum melihat strategic advantage dari Bliblidibandingkan dengan kompetitornya. Dengan pesaing-pesaing yang besar seperti Rakuten, Plasa dan Tokobagus, yang pasti eksekusi marketing, promosi dan operasional-lah yang nantinya akan membuktikan siapa pemenang di kancah ecommerce Indonesia yang kian panas.
disclosure : DailySocial dan Blibli ada di bawah holding company yang sama.

Akses Internet di Indonesia Melampaui Radio dan Surat Kabar


Penggunaan internet di Indonesia telah melampaui media tradisional dan berada di peringkat kedua setalah TV, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Yahoo! dan TNS. Survei yang diumumkan pada hari Selasa kemarin ini dilakukan di kota-kota besar dan lebih kecil di seluruh Indonesia.

Meningkatnya ketersediaan paket biaya internet yang murah dari operator mobile dan semakin terjangkaunya smartphone yang mampu mengakses internet telah mendorong pertumbuhan ini dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ini juga berkontribusi terhadap meningkatnya penggunaan media sosial serta adopsi perdagangan elektronik.

Jaringan sosial menempati persentasi sebesar 89 persen dan menduduki posisi puncak dari daftar aktivitas online paling populer, disusul dengan portal web di 72 persen, penggunaan mesin pencari tumbuh 70 persen, dan aktivitas membaca berita di 61 persen. Hasil ini mungkin sedikit mengejutkan karena jaringan sosial tidak mencapai hasil persentasi yang lebih tinggi, padahal adopsi dan penggunaan jejaring sosial sangat luas di kalangan pengguna internet Indonesia.

Hasil survei ini telah berubah secara signifikan sejak pertama kali dilakukan. Pada tahun 2009, semua kegiatan di atas diwakili oleh sekitar 57 persen dari responden kecuali untuk aktivitas membaca berita yang hanya 47 persen.

Pergeseran ini dapat dengan mudah dikaitkan dengan pertumbuhan penggunaan internet di masyarakat Indonesia yang berumur antara 15 hingga 24 tahun yang mencari hiburan, musik, game, dan platform diskusi online.

Namun penelitian ini juga menemukan bahwa sementara pengunaan internet di kalangan penduduk lebih muda telah mencapai pertumbuhan yang lebih besar, pengguna internet tengah baya Indonesia mengakses internet secara lebih sering.

Kembali pada tahun 2009, warnet adalah lokasi yang dominan bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses internet, namun dengan munculnya paket internet yang lebih terjangkau dan pertumbuhan perangkat mobile, kunjungan ke lokasi-lokasi seperti itu turun dari 89 persen menjadi hanya 60 persen.

Penggunaan internet menggunakan ponsel meroket dari 22 persen menjadi 58 persen sementara akses internet dari rumah bertumbuh dua kali lipat dari 16 persen menjadi 32 persen.

Walau angka dari penelitian ini agak berbeda dengan hasil parsial dari survei Nielsen yang dirilis bulan ini, keduanya menunjukkan tren penggunaan Internet yang serupa. Kedua survei menemukan bahwa perangkat mobile adalah sarana yang memberikan dampak signifikan pada peningkatan penggunaan internet di masyarakat Indonesia.

Survei TNS-Yahoo ini meliputi hampir tiga ribu responden berusia antara 15 dan 50 di semua segmen sosial ekonomi yang telah menggunakan internet antara Januari dan Maret tahun ini.

Sumber : dailysocial.net

Kamis, 28 Juli 2011

Pertanrungan Pilot Lokal Vs Pilot Asing

Skytrax, situs pemeringkatan penerbangan terkemuka, pada tahun 2010, memberi Garuda Indonesia penghargaan bintang empat. Setara dengan Air France, Emirates, Etihad Airways, Qantas Airways, dan Japan Airlines.
Garuda pun bermimpi mencapai tingkatan bintang lima Skytrax. Itulah level tertinggi dalam pemeringkatan Skytrax, di mana Singapore Airlines dan Cathay Pacific Airways lebih dulu bercokol di sana. Apa hambatan Garuda? Menurut survei Skytrax, ada pada penguasaan bahasa asing para kru.
Jadi, kapan Garuda dapat menggapai bintang lima? Entah. Sebab kini, Garuda Indonesia—pemenang ”World’s Most Improved Airline 2010” dari Skytrax—menghadapi ancaman mogok para pilotnya.
Dalam jumpa persnya di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (22/7/2011), Asosiasi Pilot Garuda (APG) bahkan menyatakan, tidak lagi memercayai manajemen. Tidak lagi memercayai para pemimpin perusahaan Garuda, yang membukukan laba ratusan miliar rupiah dalam beberapa tahun terakhir.
Ketika direksi Garuda selalu mengagung-agungkan program Quantum Leap, justru para pilot Garuda menuding program itu sebagai akar persoalan kurangnya pilot. Quantum Leap, menurut para pilot Garuda, adalah bentuk ekspansi maskapai tanpa mempertimbangkan pertumbuhan jumlah pilot di dalam negeri setiap tahun.
Defisit pilot, pada akhirnya ditutupi dengan mengontrak sekitar 40 pilot asing. Meski manajemen menegaskan hanya mengontrak pilot asing selama setahun, para pilot di Asosiasi Pilot Garuda tak memercayai kata-kata manajemen.
Mengapa? Karena Garuda terus bertumbuh. Tahun 2011, direncanakan datang 9 unit Boeing 737-800, sementara tahun 2012 Boeing 777-300 ER mulai tiba. Belum lagi, Citilink—maskapai berbiaya rendah Garuda—memesan 25 unit Airbus A320.
Genderang perang sudah ditabuh Asosiasi Pilot Garuda. Tanpa kesetaraan hak antara pilot lokal dan asing, maka pilot Garuda akan mogok terbang yang direncanakan pada hari Kamis (28/7/2011).
Namun, apakah menaikkan gaji pilot lokal setara pilot asing merupakan solusi? Belum tentu. Yang pasti menggerus laba Garuda. Sebab katakanlah dengan disparitas gaji Rp 50 juta per pilot per bulan, maka kenaikan gaji 800-an pilot Garuda butuh ekstra pengeluaran Rp 384 miliar per tahun.
Di negara kepulauan ini, karena penerbangan makin menjadi ”jembatan antarpulau”, ingatlah bahwa maskapai lain juga berekspansi. Tahun ini, Lion Air mendatangkan 16 unit Boeing 737-900 ER, sementara Indonesia AirAsia mendatangkan 30 Airbus A320 sampai tahun 2015.
Jadi, bukan mustahil, dalam beberapa tahun mendatang akan terjadi perselisihan antara maskapai lain dan para pilotnya, karena hadirnya pilot asing. Maka, menjadi penting untuk secepatnya memproduksi pilot di dalam negeri.
Maka, jangan sampai ada lagi keluhan dari sekolah terbang soal keterbatasan slot terbang karena kepadatan penerbangan di bandara atau wilayah udara tertentu. Atau, langkanya avtur untuk menerbangkan pesawat-pesawat latih.
Kelangkaan pilot yang terjadi di hari-hari ini mestinya juga disikapi pemerintah dengan tanggap. Misalnya, tunjuklah 10 dari 171 bandara di Indonesia, khusus untuk pelatihan pilot. Sediakan pesawat-pesawat latih. Dan, seperti Jepang di Perang Dunia II, anggaplah kita hendak perang sehingga butuh banyak pilot. Maka republik ini dapat menjadi ”eksportir” pilot, bukan hanya tenaga kerja tak terdidik. 

Sumber : Kompas.com

Senin, 25 Juli 2011

Clutch Rp 125 Juta Rancangan Victoria Beckham


Victoria Beckham tampaknya tak mau berhenti bekerja meskipun baru melahirkan anaknya yang keempat, seorang bayi perempuan, beberapa minggu lalu. Setelah pada kehamilannya di bulan ke-9 Victoria mengumumkan koleksi pakaian lini keduanya yang lebih murah, kini perempuan 37 tahun ini menyiapkan clutch dari kulit buaya. Tas ini dirancang khusus untuk Selfridges untuk Natal tahun ini, dengan harga 8.995 poundsterling (sekitar Rp 125 juta).

Menurut pihak Selfridges, clutch warna putih yang dilengkapi dengan rantai emas itu hanya diproduksi sebanyak satu buah. Clutch ini akan menjadi hadiah eksklusif dan termahal dari toko mewah tersebut. Penerimanya tak hanya akan memiliki tas dengan model yang tak ada duanya, tetapi juga mendapatkan catatan dengan tulisan tangan Victoria Beckham sendiri.
Tas rancangan Victoria yang menggunakan kulit reptil ini sebenarnya sudah membuat kesal kelompok pecinta hak-hak binatang, PETA (People for the Ethical Treatment of Animals). PETA sudah mendekati penulis buku That Extra Half an Inch: Hair, Heels, and Everything in Between ini untuk mempertimbangkan kembali penggunaan kulit reptil untuk koleksi tasnya.

"Kami menghargai penolakan Ms Beckham untuk menggunakan bulu binatang dan sudah mendekati dirinya dengan rasa hormat 100 persen, mengenai nasib kadal dan reptil lain yang seringkali dikuliti hidup-hidup untuk fashion," tutur David W. Perle, juru bicara PETA. Namun, kontroversi tersebut rupanya tidak mengganggu Selfridges.

Secara pribadi, Victoria memang menggemari aksesori dengan harga selangit. Koleksi Hermes bag miliknya yang jumlahnya lebih dari 100, bila ditotal nilainya mencapai Rp 20 milyar sendiri. Namun untuk koleksi dengan namanya sendiri, Victoria menawarkannya dengan harga mulai Rp 16 juta.

Kok tetap mahal, ya?

Sumber: Marie Claire

Rabu, 06 Juli 2011

Bosan Jadi Pegawai, Tommy Sukses Main Rempah

Bosan menjadi penjual mobil, Tommy Sutomo bertekad membuka bisnis sendiri. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya ia mantap menggeluti bisnis komoditas. Kini ia rutin memasok rempah-rempah ke berbagai perusahaan di dalam negeri.

Kesuksesan akan datang ketika orang berusaha keras dan pantang menyerah. Tommy Sutomo, pemilik PT Semesta Alam Petro, kenyang dengan pengalaman jatuh-bangun membangun bisnis. Namun, setiap kali gagal ia berhasil bangkit. Kini, ia bisa menikmati buah dari semua usaha kerasnya itu.

Saat ini, Tommy, sarjana sastra lulusan Universitas Diponegoro, sukses menjadi pemasok pelbagai produk rempah ke sejumlah perusahaan obat dan makanan minuman. PT Sido Muncul, Grup Orang Tua, dan Grup Mustika Ratu secara rutin membeli rempah dari Tommy. Ia juga mengekspor ke beberapa negara. Dengan jangkauan pasar seluas itu, omzet usahanya mencapai Rp 500 juta per bulan.

Untuk meraih sukses seperti sekarang, Tommy harus berjuang. Sejak kecil, sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara, ia sudah terbiasa hidup prihatin. Maklum, gaji ayah ibunya sebagai pegawai negeri sipil di Blora, Jawa Tengah, selalu habis untuk biaya sekolah anak-anak. Orangtuanya bertekad menyekolahkan semua anaknya sampai meraih gelar sarjana.

Alhasil, Tommy kecil hidup pas-pasan. Ia dan saudaranya hanya memiliki sepasang seragam dan sepatu sekolah. Mereka terbiasa makan tiwul lantaran tak ada cukup duit buat membeli beras. Lauk pauk yang paling istimewa adalah telur ceplok yang dibagi empat.

Meski tergolong anak nakal, Tommy kecil cukup pintar. Ia selalu meraih peringkat pertama saat di sekolah dasar. Ia juga mulus masuk ke SMP dan SMA. Selulus SMA, Tommy berhasil masuk universitas negeri lantaran prestasi belajarnya.

Nah, sembari kuliah di Semarang, pria yang baru saja berulang tahun pada 11 Maret lalu ini rajin mencari tambahan uang saku dengan berjualan gorengan. “Saya membeli sendiri tahu dan pisang ke pasar, membuat bumbu, dan jualan gorengan di dekat kampus,” kenang Tommy. Ia juga melayani order terjemahan ke bahasa Inggris dan membantu pembuatan skripsi.

Meski telah menjalani rupa-rupa kerja sejak kuliah, Tommy baru menggeluti pekerjaan sesungguhnya selepas lulus kuliah tahun 1990. Ia mendapat kesempatan bekerja sebagai tenaga penjual Grup Astra International. Targetnya adalah menjual mobil Daihatsu sebanyak-banyaknya. “Orang miskin dari kampung kok disuruh jualan mobil,” kenangnya sambil tergelak.

Bosan jadi pegawai

Toh, Tommy tak menyerah. Bahkan, ia berhasil menjaring pesanan 50 mobil dari institusi pemerintah. Berkat keuletannya, ia hanya butuh lima tahun untuk menjadi supervisor. Tak lama berselang, ia ditunjuk menjadi kepala cabang Astra International di Yogyakarta.

Bosan menjadi bawahan orang, setelah 12 tahun berjualan mobil, pada 2003 Tommy mengundurkan diri dan membuka usaha jual-beli mobil sendiri. Tapi, belum sempat mendapat untung, ia sudah tertipu dan kehilangan puluhan juta rupiah.

Tommy lantas beralih ke bisnis tanaman hias. Saat itu, anturium sedang booming. Dengan modal sekitar Rp 1 juta, ia membeli 1.000 anakan gelombang cinta. Ia lantas menjual tanaman itu seharga Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per unit. Dari bisnis ini, ia untung besar.

Tommy pun memantapkan usahanya ke sektor agribisnis. Ia kepincut menggarap usaha jarak pagar untuk biodiesel. Tapi, lantaran belum berpengalaman, usahanya gagal dan ia merugi hingga Rp 400 juta. Ia terpaksa menjual rumahnya untuk menutupi kerugian.

Beruntung, sang kakak yang bekerja di Telkom menawari posisi staf pengajar di PT Telkom, Bandung. Ia mengajar para pensiunan dini Telkom mengelola uang dan menjadi pengusaha selama enam bulan.

Sambil mengajar, pada 2007 Tommy mulai berbisnis teh bunga rosela. Ia memodali petani di Semarang untuk menanam bunga ini dan menjualnya lewat internet. “Kualitas hasil panen saya lebih bagus dan permintaan ekspor terus bertambah,” ungkapnya.

Tapi, Tommy sempat merugi lagi saat berbisnis markisa. Lantaran mendapat pesanan dari pembeli di Amerika Serikat, ia menyiapkan lahan dan menanam markisa. Saat sudah dipanen dan siap dikirim, pembeli membatalkan kontrak. “Saya merugi Rp 200 juta,” ujarnya. Ia terpaksa mengirim sisa markisa yang belum busuk ke Makassar untuk dijadikan sirop.

Tommy lantas menanami lahan bekas markisa dengan jahe dan rempah-rempah untuk melayani pesanan dari Eropa dan industri dalam negeri. Total, per bulan ia bisa menjual sekitar 1.000 ton. Selain dari kebun sendiri, ia juga memberdayakan para petani di Temanggung, Pekalongan, Blora, dan Yogyakarta. Total luas lahannya sekitar 700 hektar.

Kini, selain lahan khusus untuk jahe dan rempah-rempah, Tommy juga memiliki 6.000 meter persegi lahan ditanami kelapa. Hasilnya berupa kopra ia kirim ke Surabaya. Tiap bulan, ia bisa memasok hingga 20 ton kopra.

Modal Rp 100.000, Kini Beromzet Rp 60 Juta

Omzet besar dari Toko Mungil menggambarkan sosok Agung Budi Priyambodo (31). Ia menjual bunga lewat internet dengan modal Rp 100.000 saja. Setelah lima tahun berdiri, toko bunga online miliknya kini memiliki omzet hingga Rp 60 juta per bulan. Apa rahasianya?

”Awalnya saya hanya bermodal Rp 100.000.  Saya beli domain Rp 70.000, hosting Rp 30.000. Saya bangun website saya, bekerja sama dengan beberapa toko bunga offline, saya minta fotonya, lalu saya pajang di website. Sederhana sekali. Saat itu saya masih jual bunga dari berbagai toko sesuai pesanan. Setelah mulai berkembang, saya mulai memesan bunga pada supplier dan merangkainya sendiri. Sekarang foto-foto yang dipajang di katalogweb sudah foto-foto kami sendiri,” kenang Agung saat ditemui Kompas.com seusai seminar ”Best Practise of E-Commerce in SME” dalam rangkaian ICC 2011 yang diadakan Komunitas Tangan di Atas (TDA) di JCC, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).

Elyana, istri Agung, yang mulai bergabung bersama usaha yang dirintis suaminya juga ikut berbagi cerita. ”Suami saya resign dari kantornya tahun 2008, dua tahun setelah ia mulai membangunbungahati.com dan saat itu saya masih tidak yakin apakah usaha yang dibangun suami saya akan bertahan. Saya termasuk orang yang tidak percaya dengan bisnis online. Namun, setelah saya coba masuk, coba ikut menangani penjualan, akhirnya saya tertarik dan tahun 2009 saya juga resmi resigndari kantor saya untuk bisa fokus mengurusi bungahati.com,” ungkap Elyana.

Hingga kini Elyana tetap terjun langsung mengurusi pemesanan hingga distribusi ke konsumen. Ia mengaku belum bisa memercayakan manajemen kepada orang lain. ”Saya yang memilih sendirisupplier bunga, sampai merangkai bunganya, mengawasi pekerjaan kurir untuk memastikan bunga sampai dengan baik ke tangan pembeli,” ujar Elyana.

Untuk menjamin kualitas bunga yang sampai ke tangan pembeli, Elyana selalu menyelipkan surat pernyataan yang harus diisi oleh konsumen saat kurir mengantarkan bunga. ”Ada pilihan check listuntuk melaporkan keadaan bunga yang sampai, apakah sesuai, tidak sesuai, layu, itu bisa diisi oleh pembeli. Nanti kurir akan menyampaikannya kepada saya,” ucapnya. Apabila terjadi ketidakpuasan pembeli, Elyana akan bertanggung jawab untuk menggantinya sesuai ketentuan yang berlaku.

Elyana menjamin bunga-bunga yang dikirimkannya selalu segar dan sesuai dengan gambar yang dipajang di web dengan melakukan pengecekan setiap hari, melakukan pemotongan batang yang rusak, dan ketika pengiriman, pengemasan dilakukan dengan boks dan di dalamnya diberi es untuk menjamin kesegaran. ”Saya selalu stok bunga di kantor, untuk pembelian mendadak. Jadi kendalanya adalah ketika tidak ada pembelian, bunga akan layu dalam beberapa hari,” ujarnya. Adapun untuk pemesanan dua-tiga hari sebelumnya, Elyana akan memesan langsung kepada supplier bunga.

Untuk pembelian mendadak, waktu yang dibutuhkan semenjak pemesanan hingga sampai ke tangan pembeli biasanya berkisar 2 hingga 3 jam, apabila pembeli berada di kawasan Jakarta. ”Karena satu jam untuk merangkai, satu jam untuk pengantaran,” ungkapnya. Apabila pembeli berada di luar Jakarta, waktu pengiriman akan lebih lama tergantung jarak rumah pembeli dengan kantor pusat bungahati.comdi Jakarta.

Selain kawasan Indonesia, bungahati.com juga melayani pemesanan untuk mancanegara. ”Kami sudah melayani pengiriman hingga ke China, Beijing, Hongkong, dan Singapura. Namun, karena ini bisnis bunga segar, supplier bunganya bukan dari Indonesia, tapi kami pesan dari supplier di negara si pembeli,” ujar Agung.

Menurut Agung, usaha bunga online-nya ini adalah usaha yang berkembang dari bisnis online ke bisnisoffline. ”Kalau dulu, orang sukses offline dulu, baru bikin website. Usaha saya ini online-nya berkembang dulu baru offline-nya menyusul secara bertahap. Awalnya saya hanya bermodalkan Rp 100.000 untuk membangun web, lalu mulai menjual produk dari toko bunga orang, akhirnya saya punyasupplier sendiri, saya produksi sendiri bunganya, rangkai sendiri, sampai beli kulkas khusus untuk menyimpan bunga, menggaji kurir, dan lainnya,” tutur Agung.

Harga bunga-bunga di website ini dijual mulai dari harga Rp 300.000 hingga jutaan rupiah, tergantung jenis bunga dan kesulitan merangkai bunganya. Selain pembeli individu, Agung kini juga telah memiliki langganan perusahaan-perusahaan besar yang melakukan order pada ajang-ajang tertentu.

Suami-istri ini punya pengalaman tak terlupakan selama berbisnis bunga online. ”Ada yang memesan bunga untuk melamar. Saat itu dia memesan satu gedung bioskop untuk dipakai private nonton berdua dengan calon istrinya. Di tengah-tengah film, dia melamar calon istrinya sambil memberikan bunga. Itu bunga penuh satu bioskop. Itu gambaran kami bisa melayani pemesanan hingga seperti itu,” kenang Elyana.

Elyana menambahkan, meski usahanya mulai berkembang dan jumlah omzetnya meningkat, ia dan suaminya hanya mempekerjakan 6 orang pegawai. ”Dua orang kurir, satu dengan motor, satu dengan mobil. Lalu satu orang operator untuk mem-follow up pemesanan, satu orang penulis kata-kata ucapan di rangkaian bunga, dan satu orang pembantu umum,” tutupnya.

Tertarik mengikuti jejak Agung dan istrinya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites